Thursday, March 21, 2019

Ilmu Sosial Dasar : Analisis Berita

Tugas Ilmu Sosial Dasar : Analisis Berita
Nama: Arzenico Apta Gustafausta
NPM: 31418150
Kelas : 1ID09


3 Alasan Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru yang Terkuak dalam Manifesto


Polisi mengevakuasi orang-orang saat terjadi insiden penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Saat kejadian ada sekitar 300 orang yang tengah menjalankan ibadah salat Jumat. (AP Photo/Mark Baker)


Liputan6.com, Wellington - Penembakan masjid terjadi di Selandia Baru, tepatnya di Kota Christchurch, pada Jumat pagi, 15 Maret 2019. Serangan menyasar sebuah masjid bernama Al Noor Mosque dekat Hagley Park.

Insiden itu adalah pertama kalinya dalam sejarah Selandia Baru. Otoritas lokal menyebutnya sebagai "tindakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya". Kepolisian setempat juga mengecam tindakan di Christchurch, mengatakan bahwa tidak akan ada tempat untuk kekerasan semacam itu.

Dari laporan dan penyelidikan polisi, telah diidentifikasi pelaku penembakan tersebut. Sejumlah bukti telah dikumpulkan. Lalu, apa motif dari kejahatan tersebut.

Seperti dikutip dari laman News.com.au, Jumat (15/3/2019), berikut tiga alasan pelaku melakukan penembakan di Selandia Baru:

1. Kurangi Imigrasi

Polisi mengevakuasi warga saat terjadi insiden penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Polisi Kota Christchurch langsung dikerahkan ke sekitar lokasi penembakan. (AP Photo/Mark Baker)

Salah satu pelaku penembakan di Masjid Al Noor di Christchurch mengaku bernama Brenton Tarrant dari Australia. Sebelum melakukan aksi kejamnya, ia mem-posting manifesto atau pernyataan sikap yang menguak alasannya melancarkan serangan.

Dalam manifesto setebal 73 halaman yang di-posting online, pria itu mendeskripsikan diri sebagai, "pria kulit putih biasa."

Pria berusia 28 tahun itu juga mengaku lahir di keluarga kelas pekerja, dengan penghasilan rendah. "...yang memutuskan ambil sikap demi kepastian masa depan orang-orangku," demikian dikutip dari situs News.com.au, Jumat, 15 maret 2019.

Pria yang dilaporkan berasal dari Grafton itu mengaku punya tujuan melakukan serangan. "...untuk mengurangi tingkat imigrasi ke tanah-tanah Eropa secara langsung."

Aparat antiterorisme di New South Wales, Australia, segera melakukan investigasi setelah menerima laporan bahwa pelaku berasal dari wilayahnya.

2. Supremasi Kulit Putih

Warga menunggu dekat lokasi penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Polisi masih menyisir lokasi kejadian dan mengosokan seluruh ruas jalan Deans Avenue. (AP Photo/Mark Baker)

Petunjuk lain soal pelaku diketahui dari foto header di akun Twitter milik Brenton Tarrant yang menunjukkan seorang korban serangan teror Bastille Day di Nice, Prancis, pada 2016 lalu.

Foto yang diambil fotografer Reuters Eric Gaillard melambangkan serangan teror yang menewaskan 84 orang, kala sebuah truk menabrak kerumunan orang.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku yang ditahan aparat Selandia Baru adalah warga negaranya.

"Ia adalah seorang ekstremis, pendukung sayap kanan, seorang teoris kejam," kata PM Australia.

Dalam manifestonya, pelaku penembakan mengaku serangan tersebut bertujuan, "untuk menunjukkan ke para penyusup bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan--selama orang kulit putih masih hidup--mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita..."

Ia membahasakan para imigran sebagai penyusup (intruders).

Tarrant mengaku merencanakan serangan selama lebih dari dua tahun. Namun, baru tiga bulan lalu ia memutuskan Christchurch sebagai target.

Mengklaim sebagai perwakilan dari "jutaan orang Eropa dan warga etno-nasionalis lainnya", Tarrant mengatakan, "kita harus memastikan eksistensi orang-orang kita, masa depan anak-anak kulit putih."

Pria kejam itu mendeskripsikan bahwa serangan yang ia lakukan adalah tindakan balas dendam pada 'penyusup', "..atas ratusan ribu kematian yang disebabkan oleh penyusup asing di tanah Eropa sepanjang sejarah ... untuk perbudakan atas jutaan orang Eropa yang tanah mereka diambil oleh budak Islam ...untuk ribuan nyawa orang Eropa yang hilang karena serangan teror di seluruh tanah Eropa. "


3. Balas Dendam

Petugas medis membawa seorang korban penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Penembakan terjadi saat jemaah tengah menjalankan ibadah salat Jumat. (AP Photo/Mark Baker)

Dia juga mengatakan, serangan itu adalah balas dendam atas kematian Ebba Akerlund, bocah berusia 11 tahun yang terbunuh dalam serangan teror 2017 di Stockholm.

Tarrant menggambarkan serangan Stockholm sebagai "peristiwa pertama" yang menginspirasinya untuk melakukan serangan, terutama kematian gadis berusia 11 tahun itu.

Tarrant mengatakan dia tidak merasa menyesal atas serangan itu. "Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak penyusup, juga lebih banyak pengkhianat."

Dia juga mengatakan dia akan mengaku tidak bersalah jika dia selamat dan diseret ke pengadilan.

Dalam postingan di forum 8chan, pengguna yang mengidentifikasi dirinya sebagai Tarrant sempat mengumumkan dia akan melakukan serangan itu.


Sumber : https://www.liputan6.com/global/read/3917798/3-alasan-pelaku-penembakan-di-masjid-selandia-baru-yang-terkuak-dalam-manifesto
Ditulis oleh : Teddy Tri Setio Berty


Sebab:
1. Salah satu pelaku pembantaian yang tertangkap atas insiden tersebut merupakan seorang yang   terlahir di keluarga kelas pekerja, yang mana memiliki penghasilan rendah.

2. Banyaknya imigran asing yang datang ke negara tersebut menyebabkan bertambahnya saingan dalam pekerjaan, menurut yang tercatat pada manifesto pelaku.

3. Datangnya para imigran dianggap hal kelam oleh pelaku dimana ia beranggapan bahwa ratusan ribu kematian warga Eropa disebabkan oleh para imigran.

4. Kematian Ebba Akerlund, seorang anak berusia 11 tahun yang meninggal akibat pembantaian yang dilakukan seseorang yang menggunakan sebuah truk di Stockholm pada tahun 2017 menjadi inspirasi sang pelaku dalam melakukan pembantaian.

Akibat:

Sebanyak 48 orang mengalami luka-luka dan 40 orang harus meregang nyawa akibat sebuah aksi terror biadab yang dilakukan oleh 4 orang terhadap sebuah tempat ibadah Masjid Al Noor Mosque di Chirstchurch, Selandia Baru. Para pelaku melakukan aksi keji tersebut saat para penganut agama Islam yang pada saat itu sedang melakukan ibadah sholat Jumat di masjid tersebut. Salah seorang pelaku yang mengaku bernama Brenton Tarrant berhasil diringkus petugas. Dalam persidangannya pria tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan merasa bahwa perbuatannya merupakan sebuah aksi untuk menyelamatkan para penduduk asli negara tersebut dari persaingan para imigran yang datang. Hingga saat ini hukuman bagi pelaku masih belum diputuskan mengingat betapa kelamnya kejadian tersebut dan masih belum tertangkapnya 3 orang yang lain.


Sumber - sumber yang berkaitan:
  • https://www.liputan6.com/global/read/3917798/3-alasan-pelaku-penembakan-di-masjid-selandia-baru-yang-terkuak-dalam-manifesto
  • https://www.liputan6.com/global/read/3917600/40-orang-tewas-dan-48-luka-luka-akibat-penembakan-masjid-di-christchurch-selandia-baru
  • https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/asia/pog9vr328/brenton-tarrant-tak-tampak-menyesal-di-persidangan
  • https://www.liputan6.com/global/read/3917675/video-4-pelaku-penembakan-masjid-selandia-baru-ditangkap

Copyright © Arzen の Blogspot | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑