Nama : Arzenico Apta Gustafausta
NPM : 31418150
Kelas : 1ID09
Sebelum masuk ke topik dalam judul ini, berhubung ini merupakan tugas softskill Ilmu Budaya Dasar, maka akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar ialah uatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa defnisi kebudayaan:
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat:
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok tersebut ialah:
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar adalah suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah:
Pokok Permasalahan dan Penyebabnya
Sebelum masuk pada topik utama, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mengenal definisi dari Teknologi Informasi, Nilai Moral, dan Budaya itu sendiri. dikutip dari Kompasiana.com, Teknologi Informasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar dengan individu-individu lainnya. Dengan adanya Teknologi ini saling berbagi atau bertukar informasi jadi sangat mudah dan dapat dilakukan oleh anak-anak sekalipun.
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas dan berarti atau berguna bagi manusia. Menilai berarti menimbang suatu kegiatan manusia untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan mana yang lebih baik. Nilai bersumber dari budi pekerti yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan disamping sistem sisoal dan karya. Nilai sosial merupakan landasan bagi masyarakat untuk merumuskan apa yang benar dan penting, memiliki cirri-ciri tersendiri dan berperan penting untuk mendorong dan mengarahkan individu agar berbuat sesuai norma yang berlaku.
Sedangkan moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, tabiat atau kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbautan manusia. Seorang pribadi yang taat pada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral.
Dan pengertian Budaya ialah salah satu cara hidup dan berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu di pelajari.
Dan disini, yang menjadi topik utama permasalahan ialah pengaruh budaya atau habit terutama kaula muda akan adanya dunia virtual ini. Sebenernya bagi penulis tidak ada yang salah dengan dunia virtual atau dunia maya ini, namun cara suatu individu dalam menggunakan dunia inilah yang tidak tepat. Tentu pada suatu tempat memiliki etika yang patut dipatuhi, sekalipun bersifat global dan bebas, dunia virtual pun memiliki etika tersendiri bagi para penggunanya. Netiquette (Network Etiquette) yang diartikan sebagi etika di internet lebih erat kaitannya dengan kepribadian masing-masing. Jadi tak semua pengguna Internet mentaati aturan tersebut. Nah, mental suatu individu pun sangat ketat kaitannya dengan bagaimana seseorang menggunakan dunia maya ini. Itu sebabnya alangkah bijaknya bila penggunaan dunia bebas yang luas ini harus di bawah pengawasan orang tua bagi mereka yang belum cukup umur.
Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi budaya buruk pengguna dunia maya di negri Indonesia ini:
Contoh-Contoh Kasus Akibat Dunia Virtual
Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk Menangani Hal Tersebut
Beberapa sumber dalam artikel ini disertai dengan perubahan:
NPM : 31418150
Kelas : 1ID09
Sebelum masuk ke topik dalam judul ini, berhubung ini merupakan tugas softskill Ilmu Budaya Dasar, maka akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar ialah uatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa defnisi kebudayaan:
- Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
- Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
- Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
- Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budayadaerah dan budaya nasional
- Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
- Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
- Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat:
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok tersebut ialah:
- Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
- Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar adalah suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah:
- Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
- Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
- Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
- Menyadarkan kita terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
Pokok Permasalahan dan Penyebabnya
Sebelum masuk pada topik utama, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mengenal definisi dari Teknologi Informasi, Nilai Moral, dan Budaya itu sendiri. dikutip dari Kompasiana.com, Teknologi Informasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar dengan individu-individu lainnya. Dengan adanya Teknologi ini saling berbagi atau bertukar informasi jadi sangat mudah dan dapat dilakukan oleh anak-anak sekalipun.
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas dan berarti atau berguna bagi manusia. Menilai berarti menimbang suatu kegiatan manusia untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan mana yang lebih baik. Nilai bersumber dari budi pekerti yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan disamping sistem sisoal dan karya. Nilai sosial merupakan landasan bagi masyarakat untuk merumuskan apa yang benar dan penting, memiliki cirri-ciri tersendiri dan berperan penting untuk mendorong dan mengarahkan individu agar berbuat sesuai norma yang berlaku.
Sedangkan moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, tabiat atau kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbautan manusia. Seorang pribadi yang taat pada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral.
Dan pengertian Budaya ialah salah satu cara hidup dan berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu di pelajari.
Dan disini, yang menjadi topik utama permasalahan ialah pengaruh budaya atau habit terutama kaula muda akan adanya dunia virtual ini. Sebenernya bagi penulis tidak ada yang salah dengan dunia virtual atau dunia maya ini, namun cara suatu individu dalam menggunakan dunia inilah yang tidak tepat. Tentu pada suatu tempat memiliki etika yang patut dipatuhi, sekalipun bersifat global dan bebas, dunia virtual pun memiliki etika tersendiri bagi para penggunanya. Netiquette (Network Etiquette) yang diartikan sebagi etika di internet lebih erat kaitannya dengan kepribadian masing-masing. Jadi tak semua pengguna Internet mentaati aturan tersebut. Nah, mental suatu individu pun sangat ketat kaitannya dengan bagaimana seseorang menggunakan dunia maya ini. Itu sebabnya alangkah bijaknya bila penggunaan dunia bebas yang luas ini harus di bawah pengawasan orang tua bagi mereka yang belum cukup umur.
Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi budaya buruk pengguna dunia maya di negri Indonesia ini:
- Cyberbullying
Bullying pada dunia maya sebenernya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Namun, hal yang sangat membahayakan dari bullying di dunia maya ini bukanlah fisik seseorang yang mengalami luka, namun jauh berbahaya yaitu perasaan bahkan jati diri seseorang. Dan tekanan ini sangatlah berbahaya karena tidak jarang orang berakhir dengan bunuh diri karena bullying ini.
- Gila Pujian dan Popularitas
Dapat dilihat dengan perkembangan dunia teknologi ini terutama gadget, banyak sekali aplikasi sosial berkembang yang pada mulanya hanya digunakan untuk mengirim pesan singkat secara cepat dan hitungan jari, social media kini menjadi sebuah panggung ajang seseorang untuk mendapat perhatian dan pujian orang lain. Karena tidak jarang, hanya demi mendapat like postingannya di social media, orang terkadang melakukan hal di luar nalar untuk mendapatkan pujian tersebut. Seperti melakukan challenge yang berbahya hingga melakukan perbuatan yang sepatutnya tidak dilakukan.
- Menjadi Pribadi yang Manipulatif
Hal ini berkaitan dengan point sebelumnya, seseorang akan berusaha sedemikian rupa untuk menjadi "pribadi yang lain". Misalnya seperti memalsukan barang-barang yang ia miliki, yang mana sebenarnya semua itu adalah barang pinjaman. Hal ini sama halnya dengan melakukan suatu kebohongan yang jelas bukanlah tindakkan terpuji.
- Yang Jauh Menjadi Dekat dan Menjauhkan yang Dekat
Sepertinya untuk point terakhir ini semua orang sudah mengerti dengan maksud tersebut. Yaitu seseorang akan merasa lebih dekat dengan lawan bicara melalui gawainya dibanding dengan orang di sekitarnya pada saat itu. Dan sayangnya, ada beberapa keluarga yang menganggap hal tersebut hal yang biasa, toh, mereka masih dapat saling melihat satu sama lain dan tidak ada yang ingin dibicarakan. Nah disinilah sebenarnya masalah utama yang ada pada kawula muda. Mereka merasa teman meraka lebih dekat ketimbang keluarganya karena dengan temannya itu, ia dapat menyampaikan keluh kesahnya, mendapat saran, serta support atau dukungan yang seharusnya itu menjadi tanggung jawab keluarganya, terutama orang tuanya. Tidak heran banyak anak-anak yang hubungannya dengan orang tuanya tidak seerat dibanding dengan temannya.
Contoh-Contoh Kasus Akibat Dunia Virtual
- Ryan Halligan (Amerika Serikat, 2008). Memiliki kemampuan berbicara dan kemampuan motorik. Mengalami pem-bully-an baik di dunia nyata dan dunia maya. Meninggal karena bunuh diri.
- Jawahar Subhash Chandra (India, 2018). Meninggal akibat tertabak kendaraan saat melakukan Kiki Challenge.
- Cameron Lancaster (Scotland, 2014). Meninggal tenggelam saat melakukan Ice Bucket Challenge.
- Kenneth Weishuhn (14 tahun) meninggal bunuh diri karena ledekan teman-temannya di dunia maya.
- August Ames (California, 2017) Meninggal bunuh diri karena dituduh melakukan hal tidak senonoh di salah satu post nya di Twitter.
Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk Menangani Hal Tersebut
- Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
- Pemerintah harus membuat suatu peraturan yang tegas terhadap setiap pelanggaran penggunaa teknologi informasi yang merugikan orang lain dan negara.
- Masyarakat juga harus di beri bimbingan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intens dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
- Blokir situs-situs dan halaman web yang tidah edukatif serta menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri dan banyak orang.
- Atur waktu dan jadwal kegiatan menggunakan teknologi informasi. Agar tidak berlebihan dalam penggunaanya.
- Memperkuat nilai-nilai agama yang utamanya ditanamkan pada anak-anak dibawah umur.
- Peran Pemerintah sebagai pengendali sistem informasi harusnya lebih jeli untuk menyaring terhadap apa yang masyarakat akses di dunia maya.
- Bimbingan orang tua terhadap anaknya juga penting untuk mengendalikan serta menyaring apa saja yang anaknya akses didunia maya sehingga tidak melanggar nilai-nilai agama.
Beberapa sumber dalam artikel ini disertai dengan perubahan:




