Sunday, October 6, 2019

Tugas PKN


Tugas Pendidikan Kewarganegaraan
Nama    : Arzenico Apta Gustafausta
NPM      : 31418150
Kelas     : 2ID07



Rangkuman BAB I

                Pada BAB I ini pembahasan yang dicakup ialah pendalaman dari arti pendidikan kewarganegaraan. Secara politis, Pendidikan kewarganegaraan karena tuntutan konstitusi atau UUD 1945 dan kebijakan pemerintah. Dimana secara yuridis Pendidikan kewarganegaraan itu sendiri dimaksudkan untuk membentuk warga negara memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dimana hal ini penting dilakukan oleh negara dalam menyampaikan hakikat-hakikat yang terdapat pada Pendidikan kewarganegaraan. Karena setiap generasi adalah orang baru yang perlu mendapat pengetahuan dan cara bersikap sesuai norma yang berlaku agar negara dapat mengembangkan warga negara yang memiliki sikap atau karakter yang baik dan cerdas (smart and good citizen) dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan kewarganegaraan senantiasa menghadapi dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan serta tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.      



Rangkuman BAB II

            BAB II ini kita membahas mengenai identitas nasional, dimana arti dari identitas nasional terdiri dari dua kata, yaitu “identitas” dan “nasional”. Identitas diambil dari Bahasa inggris identity yang secara harfiah artinya jati diri, ciri-ciri, atau tanda-tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu sehingga mampu membedakannya dengan yang lain. Adapun nasional merupakan sebuah istilah yang merujuk pada kelompok-kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokkan berdasarkan ras, agama, budaya, dan sebagainya. Dan dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti jati diri yakni ciri-ciri atau karakteristik, perasaan atau keyakinan tentang kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

                Bendera Negara Indonesia, Lagu Kebangsaan Indonesia, Lambang Negara Indonesia, serta Bahasa Indonesia merupakan bentuk dari identitas negara Indonesia. Identitas nasional Indonesia menunjuk pada sifat nasional yang dibentuk dan disepakati karena sebelumnya sudah terdapat identitas kesukubangsaan diri bangsa Indonesia yang dibentuk dari beberapa faktor, yang meliputi : primordial, sakral, dan tokoh. Identitas nasional juga dibentuk karena faktor bhinneka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan.



 Rangkuman BAB III

                BAB III membahas mengenai integrasi nasional. Dimana arti dari integrasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah pembauran hingga menjadi kesatuan yang bulat dan utuh. Dan nasional diambil dari bahasa inggris yang artinya bangsa sebagai persekutuan hidup manusia. Integrasi nasioanal merupakan sebuah dalam mempersatukan bagian-bagian, unsur atau elemen yang terpisah dari masyarakat sehingga menjadi sebuah satu kesatuan. Model integrasi yang berlangsung di Indonesia adalah model integrasi imperium Majapahit, colonial, dan model integrasi nasional Indonesia. Pengembangan integrasi dapat dilakukan melalui lima strategi pendekatan, yaitu: adanya ancaman dari luar, gaya politik kepemimpinan, kekuatan Lembaga-lembaga politik, ideologi nasional, dan kesempatan pembangunan ekonomi. Integrasi bangsa sangat diperlukan guna membangkitkan kesadaran akan identitas bersama, menguatkan identitas nasional, dan membangun kesatuan bangsa.



Pendapat Pribadi Mengenai Kejadian Demo Para Mahasiswa Atas RKUHP

                Menurut pandangan saya kejadian demo oara mahasiswa di seluruh Indonesia ini merupakan sebuah gambaran atau cerminan dari suara rakyat negara Indonesia yang menolak adanya perubahan perundang-undangan mengenai hukum pidana serta revisi undang-undang KPK. Dimana mereka merasa bahwa DPR yang seharusnya menjadi sebuah wujud dari aspirasi rakyat telah melakukan pengambilan tindakkan yang mana rakyat tidak setuju. Dan aksi demo yang berbuntun panjang dari 23 September 2019 merupakan wujud dari ketidakpercayaannya para mahasiswa yang mewaliki rakyat kepada DPR yang seharusnya menjadi penyalur atau jembatan dari aspirasi masyarakat.

Thursday, June 27, 2019

Ilmu Sosial Dasar Biografi Pahlawan: Dokter Gamal Albinsaid


Gamal Albinsaid, salah satu anak bangsa yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dengan usahanya di bidang sosial kesehatan dan lingkungan untuk membantu menyejahterakan masyarakat.
Tak hanya menjadi seorang dokter, ia juga menjelma menjadi socialpreneur untuk membantu masyarakat tidak mampu.
Masa Kecil
Dia adalah Gamal Albinsaid yang terkenal dengan Klinik Asuransi Sampah-nya. Pria kelahiran Malang, 08 September 1989 silam ini merupakan anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh Arofan Albinsaid.
Dia dibesarkan oleh kedua orang tuanya dengan prinsip delaying gratification. Ayahnya kerap memberikan tantangan kepadanya untuk melakukan sesuatu dan mampu bertahan dalam ketidaknyamanan demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Ketika masih di bangku sekolah dasar, dia harus berkeliling ke pemukiman di sekitar rumahnya menaiki sepeda untuk mengumpulkan sampah demi hadiah. Dari pengalaman tersebut, dia belajar betapa beratnya tugas seorang pengumpul sampah.
Pengalaman masa kecilnya juga yang sangat memengaruhi dirinya untuk berinovasi dalam persoalan sampah di bisnis yang dikelolanya.
Masa kecil dan remajanya lebih banyak dihabiskan di Malang bersama keluarganya. Ia mulai mengenyam bangku sekolah dengan bersekolah di MI Jenderal Sudirman Malang. Lalu dilanjutkan di SMPN 3 Malang.
Di jenjang sekolah menengah, ia melanjutkan di SMAN 3 Malang dan mengambil program kelas akselerasi atau percepatan yang hanya membutuhkan masa belajar selama dua tahun.
Setamat SMA, ia memilih untuk meneruskan pendidikannya di Jurusan Pendidikan Dokter di Universitas Brawijaya untuk mewujudkan cita-cita ayahnya menjadi seorang dokter.

Ide Klinik Asuransi Sampah
Selama di universitas, ia cukup aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh pihak universitas. Ia juga mengamati salah seorang dosen pembimbingnya yang menerapkan sistem pasien sakit berbayar sampah.
Di tahun 2010, ia memiliki ide untuk mendirikan klinik asuransi sampah yang dinamai Garbage Insurance Clinic. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2010, dia dan keempat temannya menjalankan ide klinik asuransi sampah tersebut. Tapi sayangnya hanya mampu bertahan selama enam bulan.
Baginya, program tersebut sangat sayang apabila ditinggalkan begitu saja. Sehingga di tahun 2011, ia pun sempat menitipkan program tersebut kepada adik tingkat untuk dilanjutkan. Tapi ternyata tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan.
Di tahun 2012, ia mulai memiliki dana dan ia bertekad untuk menjalankan program dengan modal yang dimilikinya. Lalu di tahun 2013, setelah resmi dilantik menjadi dokter, ia membangun perusahaan Indonesia Medika.
Dilansir dari Merdeka, Gamal mengaku untuk membuat sebuah program, ia selalu menkankan pada permasalahan yang terjadi di masyarakat. Ide program klinik sampahnya sendiri tercetus dengan lecutan rasa kemanusiaan yang melanda dirinya saat melihat sebuah masalah kesehatan muncul dalam masyarakat.
Ia menemui kisah nyata di Jakarta pada tahun 2005, seorang anak berusia tiga tahun bernama Khaerunnisa yang meninggal di atas gerobak sampah milik ayahnya karena penyakit diare terus menerus dan tidak punya biaya untuk berobat. Sementara itu, sang ayah hanya berpenghasilan Rp 10.000,00 setiap harinya sebagai pemulung sampah.
Kisah tersebut menjadi sentilan kuat bagi Gamal karena adanya penghalang yang tinggi tapi kasat mata yang terjadi antara masyarakat dan layanan kesehatan. Sudah seharusnya kesehatan itu bisa diakses bagi semua lapisan masyarakat.
Dirinya memilih sampah sebagai asuransi karena ia prihatin dengan kumpulan sampah yang menumpuk. Ia menyadari setiap hari Indonesia bisa menghasilkan sampah lebih dari 80.000 ton. Jika sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, sampah itu bisa menjadi wabah penyakit bagi masyarakat.
Untuk menjalankan program Klinik Asuransi Sampah, ia mengajak kader Posyandu, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan warga sekitar untuk bergabung. Mereka diajak mengumpulkan sampah dan menyetorkan sampah senilai Rp 10.000,00 setiap bulan untuk mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan.
Target utama program ini adalah warga kurang mampu yang sulit mengakses layanan kesehatan.
Diawal perjalanannya, klinik ini sempat tutup setelah berjalan enam bulan. Tapi akhirnya Gamal bisa memulai kembali pada Maret 2013, dan membesarkannya hingga membuka lima klinik di Malang dan mengajak 88 relawan, 15 dokter, dan 12 perawat untuk bergabung.
Dengan asuransi yang hanya sebesar Rp 10.000,00 per bulan, warga bisa menikmati beragam fasilitas kesehatan seperti pemeriksaan dokter, cek gula darah, bahkan akses obat-obatan.
Tidak berhenti disitu. Sampah yang dikumpulkan warga untuk membayar asuransi kesehatan didaur ulang sebagai dana sehat dengan metode daur ulang.
Dana sehat itu dikembalikan ke warga untuk membiayai peningkatan kesehatan (promotif), mencegah penyakit (preventif), mengobati penyakit (kuratif), dan merehabilitasi yang sudah sembuh dari penyakit (rehabilitatif).
Sehingga meskipun tidak sakit, warga tidak akan rugi karena akan mendapatkan berbagai program untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Tak jarang Gamal dan kawan-kawannya menjemput sampah-sampah yang dikumpulkan di rumah peserta asuransi. Menurutnya, seseorang yang sudah sakit berat dan rawat jalan di rumah bisa saja tidak sanggup jalan ke klinik.

Dari Program Klinik Asuransi Sampah ke Indonesia Medika
Keluarga ayahnya memiliki beberapa showroom di Kota Malang, sehingga Indonesia Medika dikelola seperti sebuah perusahaan. Selain mencari untung, juga bersosial. Apalagi masih jarang dokter yang bekerja sebagai wirausaha sosial.
Semasa kuliah, ia sering mengangkut sampah seperti yang dilakukannya ketika masih sekolah dasar. Dia menggunakan mobil yang sangat bagus yang tengah dijual di showroom ayahnya. Waktu itu keluarganya terkejut karena mobil bagus menjadi kotor dan bau karena digunakan untuk mengangkut sampah.
Tapi sekarang, seluruh keluarganya sangat mendukung kiprahnya. Ketika baru awal memulai menjalankan Indonesia Medika, Gamal menggunakan mobil operasional dari showroom sang ayah. Mobil yang digunakan untuk menjalankan program Klinik Asuransi Sampah.
Setelah mengembangkan Klinik Asuransi Sampah, pria yang akrab disapa dr. Gamal ini semakin bersemangat membuka beberapa program sosial lain.
Antara lain Ayo Tolong dan Siapa Peduli yang merupakan program dengan sistem crowdfunding untuk fasilitas kesehatan dengan pendekatan digital, optimilisasi media sosial, dan gerakan relawan, serta Homemedika yang merupakan wahana digital untuk menghubungkan tenaga dan fasilitas kesehatan dengan masyarakat.
Selain itu, ia juga mempelopori pembetukan Livestock Waste Insurance (asuransi limbah ternak untuk kesehatan peternak), Goodness Development (pinjaman tanpa bunga), Mobile Hospital, Mother Happiness Center (program untuk membantu ibu hamil menikmati masa kehamilan), Baby Belt Enhancer (sabuk dengan prinsip audioterapi untuk janin), hingga program Eduvalent (pembiayaan pendidikan dengan sampah).
Ide tulus Gamal untuk membantu memudahkan akses kesehatan sekaligus mengatasi permasalahan sampah menarik perhatian hingga ke dunia internasional. Berkat klinik tersebut, ia telah menerima beberapa penghargaan bergengsi seperti HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014. Ia menjadi pemuda pertama yang mendapatkan penghargaan ini dengan menyisihkan 511 pengusaha dari 90 negara di dunia.
Selain itu, ia juga dianugerahi penghargaan People Choice Award di California AS, People Choice Award dari Australian Agency for International Development, Kalpataru dari Kementrian Lingkungan Hidup 2016, serta masuk dalam daftar 50 Most Impactful Social Innovator in the World versi Global Listing.
Penghargaan lainnya yaitu, Ksatria Bakti Husada Kartika dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2014, The Best Inspiring IGA 2015, Tokoh Perubahan Republika 2014, serta Pemuda Pelopor Internasional 2014 dari Kemenpora.
Dokter keturunan Arab ini juga menulis dua buku berjudul Muda Mendunia dan Menyehatkan Indonesia dengan Sampah untuk menginspirasi anak-anak muda lainnya memecahkan persoalan di masyarakat, tapi juga mampu menumbuhkan empati dalam membangun bisnis.
Saat ini, selain masih aktif bekerja sebagai dokter dan pengusaha sosial, ia ditunjuk menjadi anggota juru bicara dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk pemilihan presiden 2019 mendatang.
Alasan megapa Dokter Gamal Albinsaid saya anggap sebagai pahlawan karena dengan inovasi beliau, banyak sekali orang orang terutama mereka yang kurang mampu dapat melakukan pengobatan. Karena selama ini banyak sekali dari mereka yang tidak mampu untuk berobat dikarenakan kondisi finansial mereka. Tak jarang mereka lebih memilih untuk menahan sakit mereka daripada harus mengeluarkan uang makan keluarga mereka untuk sekedar berobat.
Dengan ide beliau ini sudah banyak orang yang tertolong. Mereka tidak perlu lagi kesulitan dalam mencari dana pengobatan sehingga memudahkan kesulitan mereka.

Sumber : https://www.kenangan.com/biografi/gamal-albinsaid

Thursday, May 2, 2019

TUGAS ISD : PELANGGARAN HAM

ILMU SOSIAL DASAR
Nama : Arzenico Apta Gustafausta
NPM  : 31418150
Kelas  : 1ID09

KASUS ABEPURA, SALAH SATU BENTUK PELANGGARAN HAM YANG TERJADI DI INDONESIA

Makassar - Mantan Komandan Brimob Polda Papua Brigjen Pol Johny Waynal Usman dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan HAM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16\/6\/2005).Tersangka Waynal Usman dinilai telah melakukan pelanggaran HAM, yakni selaku komandan dirinya telah gagal mencegah bawahannya yang telah melakukan tindakan represif di Abepura, Papua. Akibatnya, banyak korban jatuh, yakni 1 orang tewas 1 orang lumpuh dan 98 lainnya luka-luka. Pertimbangan lainnya, kata JPU Meilan Syarif, terdakwa selama persidangan mengaku tidak pernah merasa bersalah. JPU juga menuntut agar tersangka memberi ganti rugi kepada 98 orang yang luka-luka.Kasus pelanggaran HAM Abepura terjadi bulan Desember 2000. Insiden dimulai penyerangan warga ke Polsek Abepura yang menyebabkan seorang polisi tewas. Penyerangan ini dibalas polisi dengan melakukan penyisiran di kampung-kampung yang diduga menjadi pemukiman penyerang. Dalam aksi itu, 1 orang warga tewas dan puluhan luka-luka.

Liputan6.com, Makasar: Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/9), menvonis bebas Brigadir Jenderal Polisi Johny Wainal Usman, salah satu terdakwa kasus pelanggaran hak asasi manusia di Abepura, Papua. Ketua majelis hakim Jalaludin mengatakan, mantan Komandan Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jayapura ini tidak terbukti melanggar HAM.

Sekitar 50 mahasiswa asal Papua yang menuntut ilmu di Makassar dan mengikuti persidangan memprotes putusan ini. Bahkan, seorang mahasiswi menangis histeris karena putusan itu dinilai tidak adil. Mereka meminta ketua jaksa penuntut umum Meilan Syarif untuk naik banding. Padahal, dalam sidang jaksa menyatakan menerima keputusan hakim. Sedangkan terdakwa lain dalam kasus itu yakni mantan Kepala Kepolisian Resor Jayapura Komisaris Besar Pol. Daud Sihombing masih belum divonis.

Kasus pelanggaran Abepura terjadi saat Kepolisian Sektor Abepura diserang 7 Desember lima tahun silam. Seorang anggota polisi dan satuan pengamanan tewas. Aksi ini dibalas polisi dengan menyisir sejumlah kampung yang diduga tempat tinggal para penyerang. Tiga warga tewas dan puluhan orang cedera dalam penyapuan ini.

PENDAPAT:

Pada kasus yang tergolong pelanggaran HAM ini sangat disayangkan dilakukan oleh seorang brigjen polisi, Brigadir Jendral Polisi Johny Wainal Usman. Dimana pada kasus ini beliau tidak secara langsung melakukan pelanggaran HAM tersebut, melainkan beliau lalai dan merasa tidak bersalah karena pada tugas penyisiran untuk mencari para penyerang Polsek Abepura malah mengakibatkan beberapa warga sipil tewas dan beberapa luka luka. Dan sayangnya lagi beliau bebas dari segala tuntutan yang menunjukkan bahwa perlindungan HAM di negara ini masih lah kurang dan sangat berat sebelah bagai pisau yang tajam pada sisi bawahnya.

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-382528/kasus-abepura-brigjen-pol-johny-waynal-dituntut-10-tahun-
https://www.liputan6.com/news/read/108746/terdakwa-kasus-ham-abepura-divonis-bebas

Copyright © Arzen の Blogspot | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑